Unsur Intrinsik Keong Mas Setelah membaca cerita rakyat secara keseluruhan, selanjutnya kita dapat menganalisis unsur-unsur yang terdapat dalam cerita. Berikut unsur intrinsik cerita rakyat keong mas bahasa Jawa. Tema Tema Cerita Legenda ini menceritakan tentang ketulusan hati seseorang yang dapat melenyapkan sihir atau kutukan. Keong tersebut dibawa pulang ke rumah dan ditempatkan di dalam stoples. Keesokan harinya, sang nenek terkejut karena di gubuknya terdapat banyak masakan yang bermacam-macam. Sang nenek bertanya-tanya siapa gerangan yang telah memasak semua ini. CeritaSingkat Keong Mas dalam Bahasa Inggris dan Artinya. Chandra kirana is engaged with a prince from kahuripan palace with name inu kertapati that has a kind hearted and also had a wisdom heart. The King had two daughters their named Dewi Galuh Ajeng ad Candra Kirana who was kind and beautiful. Cerita Rakyat Dalam Bahasa Jawa Krama Inggil - Cerita Bergambar Legenda Keong Mas - Eontoh / Cerita timun mas dalam bahasa jawa krama alus mobil w. 09 Okt, 2021 Posting Komentar Belajar bahasa jawa halus ngoko jawa krama inggil kromo. Cerita Rakyat Bahasa Jawa Keong Mas. Legenda keong mas merupakan suatu cerita yang berasal dari daerah Jawa Timur. Sama menariknya dengan legenda lainnya, cerita keong mas penuh pesan moral. Dan juga penuh kejutan mengenai cerita kebaikan dan ketulusan hati melawan kejahatan rasa iri dan dengki. Bloggo naskah drama keong mas cerita rakyat. Naskah drama keong mas untuk 8 orang. Pada kesempatan kalini kita kembali berbagi contoh teks drama singkat yang untuk dimainkan oleh pemain. Naskah Drama Timun Mas Dalam Bahasa Indonesia Ndicethlaekrop S Ownd from 3.bp.blogspot.com Bloggo naskah drama keong mas cerita rakyat. Lalu dewi galuh KeongMas dalam Bahasa Jawa Kira-kira wis setaun desa Dhadapan ngalami mangsa ketiga kang dawa dadine larang pangan lan akeh lelara gawe uripe warga ketula-tula. Ora beda mbok Randha Dhahapan, pawongan wadon tuwa sing lola tanpa dulur, nggo nyambung uripe sabendinane dheweke luru krowodan ing alas kewan. Kewan kali kang nyisa ing sawedhing mbebegan. m6Z7OL. Cerita Rakyat Keong Mas Dalam Bahasa Jawa – Kisah Keong Mas merupakan cerita rakyat Indonesia yang sangat populer. Berbagai buku cerita anak bercerita tentang cerita rakyat masyarakat Jawa Timur ini. Bahasa tradisional Indonesia Keong Mas bahkan telah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Berkali-kali legenda keong mas dipertunjukkan dalam pertunjukan sejak dulu. Ada seorang raja bernama Ketamatha. Ia memimpin sebuah kerajaan yang indah dan megah, kerajaan itu adalah kerajaan Daha. Raja Kertamarta memiliki dua putri cantik, Dewi Galuh dan Candra Kirana. Hidup mereka sangat bahagia dan hari datanglah seorang pangeran tampan dari kerajaan Kahuripan. Pangeran itu bernama Raden Inu Kertapati. Kedatangan pangeran di kerajaan Daha adalah untuk memperkenalkan salah satu putri raja yaitu Candra Kirana. Raja Kertamarta menyambut baik kedatangan dan tekad sang pangeran. Putri Candra Kirana pun menerima lamaran Pangeran Raden Inu Teks Keong MasKarena pertunangan itu, Dewi Galuh merasa sangat cemburu. Ia menaruh hati pada Raden Inu Kertapati dan merasa cocok menjadi tunangannya. Dari rasa iri kemudian berkembang menjadi rasa benci. Dewi Galuh mulai merencanakan untuk melenyapkan Candra Kirana dari hari, Putri Dewi Galuh pergi diam-diam untuk menemui penyihir jahat. Dia meminta bantuan seorang penyihir untuk memikat Candra Kiran ke dalam Kekejian dan Pangeran Raden Inu menjauh darinya. Ia pun berharap bisa menggantikan Candra Kirana sebagai itu menyetujui permintaan Dewi Galuh. Namun, penyihir itu tidak bisa memasuki istana karena akan menimbulkan kecurigaan. Akhirnya Dewi Galu membuat muslihat untuk menghina Candra Kirana, sehingga ia diusir dari kerajaan. Candra Kirana meninggalkan kerajaan dengan berkabung. Dalam perjalanan, ia bertemu dengan penyihir jahat dan mengubah Candra Kirana menjadi cangkang emas. Setelah berhasil menyihir Candra Kirana, penyihir itu langsung melemparkannya ke hari nenek sedang mencari ikan dengan menggunakan jaring. Pada akhirnya, Keong Mas tertangkap di jaring. Mari kita lihat betapa tampannya Keong Mas. Sang nenek segera membawanya pulang dan menyimpan cangkang emas tersebut di dalam sebuah kotak. Nenek merawat keong mas itu dengan baik dan memberinya makan agar tidak Cerita Rakyat Pengertian, Ciri, Fungsi, ContohKeesokan harinya, nenek kembali ke sungai untuk mencari ikan. Namun, dia tidak mendapatkannya. Karena sudah terlalu lama tapi tidak ada hasil. Dia tiba-tiba memutuskan untuk nenek pulang. Dia sangat terkejut. Dia melihat makanan yang sangat enak di atas meja. Dia sangat terkejut dan bertanya-tanya siapa yang membuat makanan hari kejadian serupa terus terjadi. Karena penasaran. Nenek memutuskan untuk berpura-pura pergi ke laut. Padahal, dia ingin tahu dan melihat siapa yang memasak setiap sangat terkejut. Melihat cangkang emas yang disimpannya di dalam toples berubah menjadi seorang gadis cantik. Gadis cantik itu segera menyiapkan makanan di atas meja. Karena penasaran, nenek itu segera menghampiri gadis cantik Keong Mas Dan Nenek Sihir 3Cangkang emas yang berubah menjadi bentuk aslinya adalah Candra Kirana. Sangat terkejut melihat kedatangan nenek yang tiba-tiba. Akhirnya Candra menjelaskan kepada Kirana siapa dia sebenarnya. dan diceritakan mengapa dia menjadi keong emas. Setelah menjelaskan kepada sang nenek, Candra Kirana kembali mengubah wujudnya menjadi cangkang itu, Pangeran Raden In terus mencari Putri Candra Kirana yang tiba-tiba menghilang entah kemana. Namun, dia tidak mendapat kabar apapun dari Candra Kirana. Pangeran Raden Inu kertapati yakin Candra Kirana masih hidup. Karena kepercayaan itu, Raden Inu tak pernah berhenti mencari. Ia pun bersumpah tidak akan kembali ke kerajaan hingga menemukan tunangannya Candra penyihir jahat itu mengetahui bahwa Pangeran Raden sedang mencari Candra Kirana. Dia menemukan cara untuk mencegah pangeran bertemu dengan Candra Kirana. Dia juga menyamar sebagai burung pemakan tengah jalan, Raden Inu dikejutkan oleh burung gagak yang berbicara. Burung gagak tahu tujuannya. Pangeran senang dan mengira burung itu tahu keberadaan Candra Kirana. Ia pun mengikuti saran burung gagak itu. Walaupun salah Membaca Banten Dalam Motif Cerita RakyatPangeran Raden, menjadi bingung dengan saran yang diberikan Gagak. Di tengah jalan dia bertemu dengan seorang lelaki tua yang kelaparan. Dia segera memberikan makanan. Ternyata kakek tersebut adalah kakek yang sakti dan menyelamatkan Raden Inu dari burung gagak. Kakek itu memukul burung merpati itu dengan tongkatnya dan tiba-tiba burung merpati itu berubah menjadi tua memberikan arahan. Pangeran Raden Inu Kertapati segera berangkat ke desa Dadapan. Untuk hari dia bepergian. Namun di tengah perjalanan, perbekalan habis. Dia merasa sangat haus. Dia juga melihat sebuah rumah dan segera pergi ke sana. Dia berpikir untuk meminta segelas air. Namun, bukan hanya air yang dia dapatkan. Tapi Chandra Kira yang dia cari. Dia melihat tunangannya dari jendela Pangeran Raden berhasil menemukan Candra Kirana. Dia sangat senang. Begitu pula dengan Candra Kirana yang berhasil menghilangkan kutukannya saat bertemu dengan tunangannya. Candra Kirana menjadi gadis yang Inu Kertapti segera membawa Candra Kirana ke kerajaan Daha. Ia pun mengajak nenek yang biasa membantunya. Candra Kirana pun menjelaskan perbuatan Dewi Galu selama ini kepada rajanya. Akhirnya kejahatan Dewi Galu Keong MasDewi Galuh dihukum atas perbuatannya. Tetapi karena mereka takut akan hukuman. Dia melarikan diri ke hutan. Pada saat yang sama, raja meminta maaf kepada Indonesia Keong Mas – Angel Keong Mas adalah menyembunyikan kejahatan itu sebaik mungkin, suatu saat juga akan terungkap. Berbuat baik dan jauhi iri hati dan Anda akan aman dalam Anda suka dengan cerita Keong Emas, Anda bisa membaca cerita rakyat dari Jawa Timur pada postingan berikut Cerita Rakyat Kisah Keong Mas dan Cerita Rakyat Keong Mas dari Jawa Cipta © 2023 Cerita Rakyat Nusantara Kumpulan Cerita Pengantar Tidur Anak — Ascension WordPress Theme by GoDaddy Sementara itu, karena malu akan kejahatannya, Putri Dewi Galuh Ajeng melarikan diri ke hutan dan ditemukan tewas setelah jatuh ke Mind Map Cerita RakyatMembuat konten e-book anak yang berkualitas dan legal membutuhkan proses panjang yang membutuhkan tenaga, pikiran, biaya jutaan rupiah dan waktu Allah ini termasuk donasi amal dimana pahalanya akan terus mengalir kepada para donatur sampai ke barzah kuburan karena semua donasi ini digunakan untuk mendukung proyek pendidikan sosial Literasi Cerdas Indonesia dalam upaya berbuat lebih. e-book anak sebaru mungkin dan mengembangkan website yang terus dibaca dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan seluruh dunia serta Judul Kumpulan Terbaik 100 Dongeng Hewan Dunia Penulis Nurul Ihsan Ilustrator Anak Batin Desain Tata Letak Buku Cetak Yuyus Rusamsi Harga ? Sampul Softcover Jumlah Halaman 101 Tanggal Terbit ISBN Bahasa Indonesia Penerbit Transmedia PustakaSumber dan kontributor Penerbit Transmedia Pustaka Jl. RT. 9/RW. 3, Ciganjur, Kec. Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12630 021-78883030 ext. 213 021-727 0096 redaksi Cerita Rakyat Pr_a77852e6069af09a2a8201afc33907a4Mitra Cloud Hosting PT Dewaweb AKR Tower ? lantai 16 Jl. Panjang Kebon Jeruk Jakarta 11530 Email sales Telepon 021 2212-4702 HP 0813-1888-4702 Klik di sini! Dukung Program Pendidikan Sosial Gerakan Intelektual Indonesia Cerdas dengan berdonasi dan membantu melanjutkan perkembangan penerbitan dan akuntansi di Indonesia dengan hanya membeli buku cetak berkualitas dari Penerbit Transmedia Nurul Ihsan adalah pencipta 500 buku anak, pendiri dan ketua Yayasan Sebaca Indonesia, yang berkecimpung di bidang penerbitan buku anak sejak tahun 1991 hingga sekarang bersama tim kreatif CBM Studio Bandung. Selain sebagai penulis, kartunis, ilustrator, desainer, dan pegiat literasi, Kak Nurul Ihsan saat ini juga menjadi penggagas Proyek Pendidikan Sosial Literasi Indonesia Berbudi Berbagi Buku Anak Digital. Profil dan buku karya Kak Nurul Ihsan dan tim CBM Studio dapat dilihat fabel pilihan dibaca dan diunduh secara gratis Bacaan cerita dongeng anak dan dongeng digital Dongeng anak Dongeng hewan di dunia hewan Pilihan cerita fabel dunia dongeng dongeng teladan 5 menit dongeng Dongeng anak dongeng digital dongeng anak online dongeng untuk anak-anak Dongeng dunia dongeng pengantar tidur Buku keluarga anak-anak Koleksi dongeng binatang Koleksi dongeng Perpustakaan Transmedia DuniaCara! Cerita Rakyat Dalam Bahasa Kaili PatoisCerita rakyat indonesia keong mas, cerita bahasa jawa keong mas, cerita rakyat keong mas dalam bahasa indonesia, contoh cerita rakyat keong mas, cerita keong mas dalam bahasa jawa, cerita rakyat keong mas bahasa jawa, cerita rakyat keong mas dalam bahasa inggris, cerita rakyat timun mas dalam bahasa jawa, keong mas cerita rakyat, cerita rakyat nusantara keong mas, keong mas cerita rakyat dari, cerita rakyat keong mas singkat Ilustrasi kisah Keong Mas. Foto wikipediaSalah satu cerita rakyat Indonesia yang terkenal adalah Keong Mas. Cerita rakyat yang berasal dari Jawa Timur ini mengisahkan tentang dua saudara perempuan yang memiliki nasib yang berbeda dan membuat salah satu di antara mereka gelap mata, sehingga melakukan perbuatan Keong Mas sudah beberapa kali ditampilkan dalam pentas seni teater, dan versi tulisannya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa asing. Lalu, seperti apa alur cerita Keong Mas singkat? Cerita Keong Mas SingkatPada zaman dahulu kala, hidup seorang raja yang bernama Kertamarta. Ia memimpin sebuah kerajaan yang makmur dan sentosa, kerajaan tersebut adalah kerajaan Kertamarta mempunyai dua orang putri yang cantik, bernama Candra Kirana dan Dewi Galuh. Mereka hidup berbahagia dan serba hari, seorang pangeran yang tampan dan rupawan dari Kerajaan Kahuripan berkunjung ke Kerajaan Daha. Pangeran tersebut bernama Raden Inu pangeran tersebut untuk melamar Candra Kirana dan sangat disambut baik oleh Raja Kertamarta. Sang raja menerima lamaran tersebut dan Candra Kirana akhirnya ditunangkan dengan Raden pertunangan tersebut membuat saudara satu-satunya Candra Kirana, yaitu Dewi Galuh, merasa iri dengki. Sebab, Dewi Galuh merasa Raden Inu lebih cocok dengannya dibanding saudara perempuannya Galuh pun gelap mata hingga akhirnya ia pergi ke kediaman nenek sihir dan meminta bantuannya untuk membuat Candra Kirana menjadi sesuatu yang menjijikan dan mengerikan, sehingga dijauhi oleh Raden sihir pun menuruti permintaan Dewi Galuh. Tidak lama kemudian, Candra Kirana berubah menjadi Keong Mas, lalu dibuang ke lain hari, seorang nenek yang baik hati mencari ikan dengan jala di sungai. Tanpa disadarinya, Keong Mas tersangkut di jala nenek tersebut dan terbawa harinya sang nenek kembali ke sungai, tapi malang nasibnya karena tidak ada satu pun ikan yang tertangkap di jalanya. Sang nenek lalu pulang dengan perasaan sedih dan betapa kagetnya ia ketika melihat banyak macam makanan sudah tersedia di meja tersebut bertanya-tanya siapakah gerangan yang memasakkan semua makanan itu untuknya. Kejadian tersebut terjadi setiap hari, sehingga nenek menjadi Candra Kirana dalam kisah Keong Mas. Foto YouTube/Dongeng AnakPada suatu pagi sebelum pergi ke sungai, nenek mengintip apa yang terjadi di rumahnya. Betapa kagetnya ia melihat Keong Mas berubah menjadi wanita cantik. Ia pun pergi menyapa wanita cantik tersebut."Siapakah kamu, wahai putri cantik, dan dari manakah asalmu?" tanya sang nenek."Aku adalah putri Kerajaan Daha yang disihir menjadi keong emas oleh nenek sihir utusan saudaraku karena merasa iri kepadaku," kata Keong Mas,Setelah menjawab pertanyaan nenek, Candra Kirana berubah kembali menjadi Keong itu, Raden Inu tak mau diam saja ketika tahu Candra Kirana menghilang. Ia pun mencarinya dengan cara menyamar menjadi rakyat sihir pun akhirnya tahu dan mengubah dirinya menjadi gagak untuk mencelakai Raden Inu. Raden Inu kaget sekali melihat burung gagak yang bisa berbicara dan mengetahui tujuannya. Ia menganggap burung gagak itu sakti dan menurutinya, padahal Raden Inu diberikan arah yang perjalanan, Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang kelaparan, lalu diberinya kakek itu makan. Ternyata kakek itu adalah orang sakti yang baik, ia menolong Raden Inu dari burung gagak tersebut membantu mengusir burung gagak hingga menjadi asap. Sang kakek juga memberi tahu Raden Inu di mana keberadaan Candra Inu segera berjalan menelusuri hutan dan setelah berhari-hari, akhirnya ia menemukan Candra Kirana yang sedang memasak di sebuah gubuk yang sangat reok. Kutukan dari nenek sihir pun menghilang karena perjumpaan Inu kemudian memboyong tunangannya beserta nenek yang baik hati tersebut ke istana, dan Candra Kirana menceritakan perbuatan Dewi Galuh pada Raja Kertamarta. Raja Kertamarta meminta maaf kepada Candra Kirana dan sebaliknya, Dewi Galuh mendapat hukuman yang Dewi Galuh merasa takut, dia melarikan diri ke hutan. Akhirnya, pernikahan Candra Kirana dan Raden Inu pun berlangsung dengan pesta yang sangat meriah dan mereka hidup bahagia cerita Keong Mas singkat yang pesannya bisa dipetik sebagai pelajaran hidup, bahwa perbuatan jahat akan selalu kalah oleh perbuatan baik. Dongeng Keong Mas dalam Bahasa Jawa Kira-kira wis setaun desa Dhadapan ngalami mangsa ketiga kang dawa dadine larang pangan lan akeh lelara gawe uripe warga ketula-tula. Ora beda mbok Randha Dhahapan, pawongan wadon tuwa sing lola tanpa dulur, nggo nyambung uripe sabendinane dheweke luru krowodan ing alas kewan. Kewan kali kang nyisa ing sawedhing mbebegan. Kahanan kaya mangono dheweke ora nggresula. Malah saya nyaketake marang Gusti Kuasa. “Duh Gusthi paringana pepajar ing desa kula mugi-mugi inggal kalis saking prahara punika.” Esuk-esuk mbok Randha menyang alas golek panganan. Nalika lagi milang-miling ruh cahya cumlorot saka sak tengahing kali kanga sat. ing batine tuwuh pitakon “Cahya apa kuwi, kok cumlorot kaya emas ?” banjur nyedaki sumber cahya mau. Bareng dicedaki jebul sawijining keong Mas kang nyungsang ing antara watu-watu kali. Keong banjur digawa mulih tekan ngomah dicemplungake genthong. Kaya biyasane, mbok Randha menyang alas nanging nganti meh surup urung entuk krowodan dheweke banjur mulih ngelanthung ora entuk opo-opo. Sakwise leyeh-leyeh ing emperan dheweke nyang pawon menawi ana krowodan kang bias ganjel wetenge kang luwe. Dheweke kami tenggengen ngerti panganan kang ing pawone. Batine kebak pitakon sopo sing ngeteri panganan kuwi. Ing saben dina sak bacute saben mulih ko alas pawone wis cumepak panganan. Mula kanthi sesideman dheweke ndedepi sapa kang mlebu ing pawone. Mbok Randha kaget ora kinara. Saben ditinggal lunga Keong Mas mau metu saka genthong malih dadi putri kang ayu. Mbok Randha banjur nakoni sapa sejatine putri ayu kuwi. “Nduk wong ayu sliramu iki sapa kok nganti kedarang-darang ing alas lan jilmo Keong Mas ?” “Yung aranku Candrakirana, aku iki garwane Raja Inukerta. Raja ing Jenggala.” “Lho kok nganti dadi Keong Mas lan tumeka alas Dhadapan kuwi larah-larahe kepiye ?” Dewi Candrakirana banjur njlentrehake menawa ing sakwijining dina dicidra Raja Jin Sakti kang kareb ngepek garwa. Ananging dheweke ora gelem nuruti karepe Jin. Jin muntab, Dewi Candrakirana sinebda dadi Keong Mas banjur diguwang nyang kali, adoh saka kraton Jenggala. Wekasane ora bisa ketemu karo garwane Inukerta. Anehing kahanan nalika kecemplungan Keong Mas kaline dadi asat. Asate banyu jalari Keong Mas nyungsang ing watu nganti nemahi tiwas. Bejane ditemu lan diopeni Mbok Randha Dhadapan. Mula kuwi yen supaya aku ora konangan Raja Jin aku tak ndelik neng kene anggepen aku anakmu dhewe lan wenehana aran Limaran. Lagi saktengahing rerembugan, ana swara lanang di dhodog Mbok Randha banjur mbukakne lawang. Dhayoh kang sandangane nuduhake punggawa kraton, crita menawa dheweke diutus Raden Inukerta supaya njaluk banyu kang diwadahi bokor kencana. Nampa kendhi pratala kang diwadahi bokor kencana, Raden Inukerta sauwat kaget amargi kelingan ora ana liyane sing kagungan kendhi pratala diwadahi bokor kencana kajaba Dewi Candrakirana. Raden Inukerta banjur ngajak para punggawa bali nyang Dhadapan nemoni Limaran. Eeeba bungahe Raden Inukerta ketemu Limaran kang sejatine garwane dewe Dewi Candrakirana kang wis suwe ilang. Ketemune Raden Inukerta karo garwane dibarengi udan deres ing desa Dhadapan. Tekane udan wise pageblug ing desa Dhadapan. Kali bali mili, tlaga agung, desa dadi reja. Kabul panyuwune Mbok Randha Dhadapan. Tweet Share Share Share Share About Admin Blogger KUMPULAN MATERI Naskah Drama Keong Mas KEONG MAS Nuju sawijining dinten Raden Inu Kertapati lan Candra kirana wonten ing krajaan ngwontenake parepatan kangge ngrembag babagan nikahane Raden Inu Kertapati kaliyan Candra Kirana. Ananging Dewi Galuh sedereke Candra Kirana ora seneng yen Raden Inu kaliyan Candra Kirana nikahan banjur dheweke lungga saka krajaan kanggo nemoni Mbah Dukun. Dewi galuh “Aku pengen adhiku dadi apa wae sing paling nggilani. Cepet saiki!” Mbah dukun “Ngapunten sakderenge putri, nanging wonten punapa saengga kula kedah ngutuk Candra Kirana?” Dewi Galuh ”Candra Kirana wes ngrebut Raden Inu Kertapati saka aku, aku ora pengen ngerti Candra kirana dadi bjone Raden Inu Kertapati.” Mbah Dukun “Inggih.” Ing sawijining dina, ana wong tuwa utawa rondo tuwo sing diarani mbok randha dadapan sing lagi golek iwak nganggo jala ing kali. Mbok Randha “Rasa-rasane dina iki aku pengin mangan iwak. Ah … coba tak golek iwak nang kali nganggo jala, mesthi luwih cepet entuk katimbang nganggo pancing.” Saktekane ing kali… Mbok Randha “kira-kira sing akeh iwake ngendi ya?” Mbok Randha Dadapan banjur nggolek pakan iwak, supaya iwake pada teka lan gampang dijupuk nggo jala. Nanging dheweke malah nemokake keong kang warnane emas sing nyangkut ing jalane. Keong mas banjur digawa bali karo mbok Randha Dadapan. Mbok Randha “Coba tak kei pakan supaya iwake pada nyerak. Aduh-aduh kok ora ana sing nyerak, nanging jalaku abot, apa ya iki…? Weh…lah, keong mas apik bangetwarnane beda karo liyane. Tak gawa mulih wae diingu.” Sakwise tekan ngomah, keong mau banjur disimpen ana genthong. Dina sesuke, mbok Randha nunggu-nunggu iwak njedhul, nanging wis dienteni suwe iwake ora njedhul-njedhul. Mbok Randha Dadapan banjur bali menyang ngomah. Mbok Randha “Endi iwake, awet wingi kok ora njedhul-njedhul apa lagi musim jagongan ya, iwake pada njagong, yo wis lah mulih wae.” Saktekane ing ngomah Mbok Randha Dadapan kaget amarga neng meja pawone wis ana panganan kang enak-enak dheweke kaget banget. Mbok Randha “We ladalah, saka ngendi tekane panganan iki, sapa sing ngeteri ya?” Mbok Randha ngubengi omahe, ora ana wong siji-sijio dheweke tambah bingung mikir asale panganan kuwi. Mbok Randha Dadapan banjur nduwe cara supaya ngerti sapa sing menehi panganan kanggo dheweke. Sesuke Mbok Randha ethok-ethoke lunggo neng kali, padahal dheweke menyang mburi omah pengin ngerti asale panganan akeh kuwi. Mbok Randha Dadapan kaget amarga keong mas sing neng genthong ngerti-ngerti dadi perawan ayu. Perawan mau banjur masak lan nyepakake panganan neng meja. Mbok Randha Dadapan banjur nemoni perawan mau. Mbok Randha “Kowe sapa cah ayu? Kok iso keong alih dadi perawan ayu? Saka ngendi asalmu?” Candra Kirana “Kula putri Candra Kirana saking Kraton Daha ingkang disihir dados keong mas dening mbah dukun ingkang kautus dening sedherek kula.” Sakwise njawab pitakonan saka Mbok Randha Dadapan, Candra Kirana banjur malih maneh dadi keong mas. Mbok Randha Dadapan semaput amrga kaget banget karo kedadean sing dialami lagi wae. Raden Inu Kertapati ngerti menawi Candra Kirana ilang. Dheweke banjur madosi Candra Kirana kanthi nembo-nembo dadi wong cilik. Kertapati “Waduh Candra Kirana ana ngendi ki? Hem…cah ayu ndang balio, kakang kangen karo kowe. Wah aku kudu goleki dheweke, nanging piye carane ya? Aha…aku membo-membo dadi rakyat wae.” Nanging Mbah Dukun krungu menawi Raden Inu Kertapati arep ngoleki Candra Kirana. Dheweke banjur nembo-nembo dadi manuk gagak lan niat nyelakakake Raden Inu Kertapati. Mbah Dukun “Ihihihih…aku bakal nyelakakake kowe Raden Inu Kertapati.” Nalika ana ing tenah ndalan, Raden Inu Kertapati arep goleki Candra Kirana dheweke banjur nembo-nembo dadi manuk gagak lan niat nyelakakake Raden Inu Kertapati. Mbah Dukun “Raden, panjenengane badhe tindak pundi?” Kertapati “Aku arep nggoleki Candra Kirana ana apa kowe kok ngalangi lakuku.” Mbah Dukun “Ngapunten Raden, kula badhe nyaosi pirsa bilih Candra Kirana eonten ing tengah alas.” Kertapati “Apa bener?” Mbah Dukun “Inggih Raden!” Kertapati “Tak cekel omonganmu!” Nalika ana ing tengah alas, Raden Inu Kertapati boten nemokake Candra Kirana. Dheweke ketemu pengemis, pengemis iku kandha yen Candra Kirana ing pinggir alas cedak kali, Desa Dadapan. Kertapati “Candra Kirana… kowe ana ngendi cah ayu? Aku Raden Inu Kertapati!” Pengemis “Raden paring-paring…” Kertapati “Niki kula wonten satunggal ewu rupiah.” Pengemis “Nuwu Raden, ngapunten panjenengan madosi Candra Kirana?” Kertapati “Inggih Mbah, jenengan ngeros saking pundi? Turune manuk gagak Candra Kirana wonten ing tengah alas mriki.” Pengemis “Manuk gagak niku badhe nyelakakake panjenengan, sejatine Candra Kirana ing laladan Dadapan.” R,Inu Kertapati “Matur nuwun mbah, kula badhe nglajengaken lampah.” Pegemis “Sami-sami.” Ing wektu iku, Mbah Dukun lan Pengemis adu kekuatan Mbah Dukun ”Woi ngopo kowe nyampuri urusanku? Apa kowe wani karo aku?” Pengemis “Anggomku ngalahke kowe iku gampang rasakna penthungku iki!” Mbah Dukun “Waduh…!” Pengemis “Kalah tho!” Wonten ing dadapan Raden Inu Kertapati mampir ing salah sawijining gubuk arep mampir ngombe. Dheweke weruh Candra Kirana ing njero gubuk kuwi. Kertapati “Wah ngelak ki aku. Mampir neng gubuk iku sek wae lah. Kulo nuwun…!” Candra Kirana “Mangga wonten perlu napa?” Kertapati “Candra Kirana … alhamdulilah akhire aku nemokake kowe.” Candra Kirana “Inggih, kula Raden.” Kertapati “Aku nggoleki awakmu nganti ngendi-ngendi cah ayu, kepriye critane awkamu iso tekan kene?” Candra Kirana “Niku Raden kula dipun kutuk dadi keong mas dening Mbah Dukun lajeng kula diopeni kaliyan Mbok Randha Dadapan wonten mriki.” Kertapati “Nistha temen kelakuane Dukun kuwi, sakiki dening aku wis nemukake awakmu ayo balek nang krajaan karo aku.” Candra Kirana “Sembah nuwun Raden.” Raden Inu Kertapati lan Candra Kirana lajeng ngadakake pesta kangge gelar syukuran dening baleke Candra Kirana menyang krajaan maneh. Senajan tho Candra kirana boten nesu kaliyan Dewi Galuh nanging nasibe Dewi Galuh yaiku sedereke Candra Kirana, tetep dimudhunke tingkatane amarga tumindhake sing nistha banjur ora dadi dewi maneh nanging dadi rakyat biasa ing Desa Dadapan. Kira-kira wis setaun desa Dhadapan ngalami mangsa ketiga kang dawa dadine larang pangan lan akeh lelara gawe uripe warga ketula-tula. Ora beda mbok Randha Dhahapan, pawongan wadon tuwa sing lola tanpa dulur, nggo nyambung uripe sabendinane dheweke luru krowodan ing alas kewan. Kewan kali kang nyisa ing sawedhing mbebegan. Kahanan kaya mangono dheweke ora nggresula. Malah saya nyaketake marang Gusti Kuasa. “Duh Gusthi paringana pepajar ing desa kula mugi-mugi inggal kalis saking prahara punika.” Esuk-esuk mbok Randha menyang alas golek panganan. Nalika lagi milang-miling ruh cahya cumlorot saka sak tengahing kali kanga sat. ing batine tuwuh pitakon “Cahya apa kuwi, kok cumlorot kaya emas ?” banjur nyedaki sumber cahya mau. Bareng dicedaki jebul sawijining keong Mas kang nyungsang ing antara watu-watu kali. Keong banjur digawa mulih tekan ngomah dicemplungake genthong. Kaya biyasane, mbok Randha menyang alas nanging nganti meh surup urung entuk krowodan dheweke banjur mulih ngelanthung ora entuk opo-opo. Sakwise leyeh-leyeh ing emperan dheweke nyang pawon menawi ana krowodan kang bias ganjel wetenge kang luwe. Dheweke kami tenggengen ngerti panganan kang ing pawone. Batine kebak pitakon sopo sing ngeteri panganan kuwi. Ing saben dina sak bacute saben mulih ko alas pawone wis cumepak panganan. Mula kanthi sesideman dheweke ndedepi sapa kang mlebu ing pawone. Mbok Randha kaget ora kinara. Saben ditinggal lunga Keong Mas mau metu saka genthong malih dadi putri kang ayu. Mbok Randha banjur nakoni sapa sejatine putri ayu kuwi. “Nduk wong ayu sliramu iki sapa kok nganti kedarang-darang ing alas lan jilmo Keong Mas ?” “Yung aranku Candrakirana, aku iki garwane Raja Inukerta. Raja ing Jenggala.” “Lho kok nganti dadi Keong Mas lan tumeka alas Dhadapan kuwi larah-larahe kepiye ?” Dewi Candrakirana banjur njlentrehake menawa ing sakwijining dina dicidra Raja Jin Sakti kang kareb ngepek garwa. Ananging dheweke ora gelem nuruti karepe Jin. Jin muntab, Dewi Candrakirana sinebda dadi Keong Mas banjur diguwang nyang kali, adoh saka kraton Jenggala. Wekasane ora bisa ketemu karo garwane Inukerta. Anehing kahanan nalika kecemplungan Keong Mas kaline dadi asat. Asate banyu jalari Keong Mas nyungsang ing watu nganti nemahi tiwas. Bejane ditemu lan diopeni Mbok Randha Dhadapan. Mula kuwi yen supaya aku ora konangan Raja Jin aku tak ndelik neng kene anggepen aku anakmu dhewe lan wenehana aran Limaran. Lagi saktengahing rerembugan, ana swara lanang di dhodog Mbok Randha banjur mbukakne lawang. Dhayoh kang sandangane nuduhake punggawa kraton, crita menawa dheweke diutus Raden Inukerta supaya njaluk banyu kang diwadahi bokor kencana. Nampa kendhi pratala kang diwadahi bokor kencana, Raden Inukerta sauwat kaget amargi kelingan ora ana liyane sing kagungan kendhi pratala diwadahi bokor kencana kajaba Dewi Candrakirana. Raden Inukerta banjur ngajak para punggawa bali nyang Dhadapan nemoni Limaran. Eeeba bungahe Raden Inukerta ketemu Limaran kang sejatine garwane dewe Dewi Candrakirana kang wis suwe ilang. Ketemune Raden Inukerta karo garwane dibarengi udan deres ing desa Dhadapan. Tekane udan wise pageblug ing desa Dhadapan. Kali bali mili, tlaga agung, desa dadi reja. Kabul panyuwune Mbok Randha Dhadapan. Itulah cerita rakyat bahasa jawa dengan judul keong mas, semoga bisa berguna dan ikut andil dalam melestarikan budaya dan bahasa jawa khususnya dan budaya Indonesia pada umumnya. Dan saya berharap anak anak sekarang untuk tidak lupa akan budaya budaya Indonesia.

cerita keong mas dalam bahasa jawa